Meditasi-kontrol-amarah

Ditulis oleh: Dominik Vanyi

Kemarahan, adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan noradrenalin. Rasa marah menjadi suatu perasaan yang dominan secara perilaku, kognitif, maupun fisiologi saat seseorang membuat pilihan sadar untuk mengambil tindakan untuk menghentikan secara langsung ancaman dari pihak luar.

MEDITASI & AMARAH

Habis baca judul ini kamu pasti bertanya apa hubungan nya amarah dengan meditasi. Dan kalau dilihat secara pintas memang gak ada hubungan.

Namun kalau kita menyimak diri sendiri hubungan antara meditasi dengan amarah akan nampak.Dan amarah kita bisa menjadi satu pengukur sejauh mana penerapan meditasi dalam kehidupan kita ada guna nya atau tidak.

Berikut ini saya akan ceritakan bagaimana pengalaman saya saat mulai belajar meditasi..

 

Saat saya mulai belajar meditasi saya sering merasa frustasi. Karena dalam meditasi saya disuruh mengendalikan arus pikiran kita dan menjadi ‘tenang’.

Menenangkan jiwa dan mengontrol aliran-aliran pikiran ternyata sulit banget bagi saya.

Soalnya jiwa saya suka beterbangan seakan-akan dibawa angin tanpa arah dan tanpa kendali-ku.

Sehingga saya sudah hampir mau nyerah..

Jiwa ternyata diluar kendali kita. Sama dengan emosi…

Nah disinilah mulai nampak apa hubungan meditasi dengan amarah. Tetapi maaf saya masih mau tahan dulu kesimpulan-nya. Sabar ‘dikit dong.

Karena masih ada satu aspek lagi yang saya mau ceritakan. Yaitu:

Sejauh mana saya berhasil menguasai meditasi? Bisa diukur?

Seperti banyak orang yang mulai meditasi saya bertanya: ‘Apa tandanya atau buktinya bahwa meditasi aku telah sukses’?Saya pikir pertanyaan ini memang patut ditanyakan.

Karena ‘kan untuk mempraktekan meditasi harus diluangkan antara 10 – 30 menit setiap kali melakukanya.. Dan para pakar meditasi setuju bahwa untuk menjadi mahir sebaiknya lakukan meditasi setiap hari.

Enak aja mereka suruh begitu.

Apakah mereka gak tau saya sudah segitu sibuk dengan seribu-seratus hal sehingga meluangkan 10 – 30 menit setiap hari sulit lah…

Oleh karena itu saya merasa mengukur sejauh mana meditasi ada hasil dan dampak terhadap kehidupan kita dan kebaikan kita memang perlu ditanyakan.

Saya gak tau bagaimana dengan kamu tapi saya mau tau apakah sesuatu yang kulakukan ada manfaat atau akibatnya bagi saya.

Karena kalau gak ada hasil – iya ngapain, buat apa meditasi… Boros waktu toh…?

Tapi gimana caranya? Apakah sukses dalam meditasi bisa diukur. Mungkin gak ?

Mungkin dong!

 

Meditasi-kendali-amarah

Meditasi dapat mengendalikan amarah

Kendali Amarah sebagai pengukur kesuksesan meditasi

Saat itu saya gak yakin apa melakukan meditasi benar-benar ada manfaat dan saya gak jelas apakah ada kemajuan.

Sehingga saya mencari jawaban kepada seseorang yang sangat memahami segala aspek berkaitan dengan meditasi.

Dan Beliau sarankan saya mengukur kesuksesan meditasi dengan sejauh apa praktek meditasi membantu saya untuk mengendalikan amarah ku.

Beginilah: Salah satu cara untuk mengukur apakah meditasi yang kamu praktekan ada dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari adalah dengan menyimak diri sendiri dan bertanya sebagai berikut:

Berapa kali sehari kamu biasanya jadi marah (catat ‘aja kalau perlu)?
Dan apakah setelah mempraktekan meditasi jumlah serangan amarah kamu berkurang?

Soalnya dalam kehidupan kita pasti ada lumayan banyak orang dan situasi yang membuat kita kesal sehingga timbul amarah.

 

Meditasi-marah

Jiwa yang tenang tak mungkin jadi marah.

 

Ada satu jenis amarah lagi. Yaitu Amarah yang muncul secara berulang-ulang terhadap suatu keadaan atau terhadap kelakuan atau kebiasaan orang yang dekat kita.

Saya dulu sering jadi marah karena anakku tetap lakukan sesuatu yang ngeselin. Atau tetangga berisik, memarkir mobilnya salah, bakar sampah. … Ada seribu-seratus hal-hal seperti ini yang berulang-ulang..

Dengan lakukan meditasi saya jadi lebih sadar terhadap amarah yang timbul pada situasi situasi seperti ini. Dan dengan kesadaran maka saya dapat mengendalikan amarahku lebih baik.

Kesimpulan adalah: Kita memang tidak dapat berubah kelakuan orang atau suatu keadaan. Namun kita bisa berubah bagaimana kita merespon. Dan disitulah meditasi bisa sangat membantu.
 

Dan kalau kita praktekan dan menguasai meditasi maka kita akan lebih ‘in-control’ terhadap emosi kita.

Dengan demikian kita akan lebih bisa makan amarah kita daripada dimakan oleh amarah kita.

Atau dengan kata lain kita akan menjadi (lebih) pandai:

👉 Melihat amarah yang sedang ‘menyerang kita
👉 Mengendalikan amarah kita
👉 Bahkan menjadi kebal terhadap amarah

Sekali lagi teman-teman: Cobalah kamu mengamati berapa kali sehari kamu diserang amarah dan apakah setelah bermeditasi secara rutinitas berkurang atau tidak.

Meditasi telah membantu banyak orang, termasuk saya, untuk menjadi lebih ‘handal’ mendeteksi emosi negatif dan mengendalikan nya.

Dan menjadi lebih bisa mengontrol emosi kita jelas adalah satu keterampilan yang sangat benefisial.

 

belajar-meditasi

Kemdalikan amarah mu dengan meditasi

Meditasi membantu kita lebih memahami diri sendiri

Saya mengambil amarah sebagai satu contoh saja.

Karena amarah adalah salah satu emosi yang cukup sering kita alami. Dan amarah itu termasuk satu emosi yang bisa berdampak negatif dalam kehidupan kita.

Bahkan amarah kita bisa juga punya dampak terhadap orang lain.

Namun meditasi bukan hanya bisa membantu kita untuk mengendalikan amarah.

Menjalankan meditasi secara rutin akan membuat kita lebih paham bagaimana jiwa kita berfungsi. Sehingga setiap emosi yang kita alami kita bisa mendeteksi dini dan mengontrolnya.

Dengan demikian kita bisa mengukur sejauh mana mempraktekan meditasi ada suksesnya. Ada hasil nya atau tidak..

 

tenangkan-jiwa

Meditasi membantu memahami diri sendiri.

 

Dan kalau kamu dapat kesimpulan bahwa walaupun sudah meditasi serangan amarah tetap sama ‘aja, kamu bisa mengambil dua arah selanjut nya.

Yang pertama memperdalam meditasi lebih lanjut dengan disiplin. Kemudian coba lagi menyimak apakah berdampak terhadap kemampuan kamu untuk mengendalikan amarah atau emosi lain.

Atau alternatif kedua adalah anda jadi perokok atau makan donat atau bahkan pakai obat-obatan (baik yang legal maupun yang ilegal) sebagai reaksi terhadap amarah dan emosi lain.

Yang mana dari dua pilihan itu lebih positif, saya serahkan kepada kamu untuk disimpulkan sendiri…

Kalau kamu mau belajar meditasi silahkan hubungi saya. Saya akan membantu.

Tapi soal mengukur berkurangnya serangan amarah atau emosi lain harus kamu lakukan sendiri.

Dan kalau kamu mau belajar meditasi dengan Chiaki silahkan klik tombol berikut ini:
 

Kamu mau belajar meditasi sama Chiaki ?Klik tombol ini

 

Om Swastiastu – DOMINIK

📞 SILAHKAN TELPON atau WHATSAPP SAYA DI: +0817 201 673 ☎️

 

Silahkan bergabung sama saya di:

Silakan membaca juga:

Belajar-meditasi-langkah-pertama

Belajar Meditasi - ini langkah pertama

Disini kamu akan dapat ketahui apa langkah-langkah pertama untuk mengkuasai meditasi dan menjadi manusia yang lebih handal

meditasi-kegiatan-agama

Apakah meditasi adalah kegiatan agama?

Pada artikel ini kita akan lihat apakah melakukan meditasi berkaitan atau bahkan bertentangan dengan agama. Dan apakah dalam agama mana ada meditasi.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Shares
Share This