signature

oleh: Chiaki Asaari

 

HOMESCHOOLING SELAMA KRISIS CORONA

 

Sejak pertengahan Maret semua sekolah di Indonesia telah ditutup.Pasti banyak moms seperti saya jadi repot dengan keadaan seperti ini.Kita ‘kan gak pernah terlibat soal homeschooling atau online class…

 

Kebanyakan sekolah-sekolah di Indonesia telah mempersiapkan bahan-bahan pelajaran yang bisa dikerjakan anak-anak di rumah.

Namun para moms bisa jadi repot karena mungkin komunikasi antara murid dengan guru di sekolah agak sulit kalo ada pertanyaan. Sehingga moms harus ambil peranan sebagai guru pula.

Beberapa sekolah sudah siap dengan sumber-sumber dan kelas online, tapi sebagian besar tidak ada strategi untuk homeschooling.

Dan kalau anda mengharapkan bahwa disini terdapat saran-saran atau panduan bagaimana anda bisa menjadi guru dan membantu anak-anak dengan pe-er, maaf saya tidak bisa membantu…

Sehingga pada artikel ini saya ingin membicarakan aspek lain yang mungkin malah lebih bermanfaat dari materi pelajaran yang diberikan oleh sekolah.

So, mari simak moms….

 

HOMESCHOOLING-KRISIS-CORONA-KESEMPATAAN

Homeschooling adalah satu kesempataan yang baik untuk menjadikan anak-anak pintar.

 

HOMESCHOOLING SELAMA KRISIS CORONA – SATU KESEMPATAAN BESAR

Tantangan yang akan dihadapi anak-anak kita saat mereka dewasa nanti akan sangat berbeda dengan yang pernah kita hadapi sekarang.

Sekarang aja kita udah agak-agak kelimpungan dengan kemajuan teknologi yang ada… Banyak dari kita yang gaptek…
Kebayang gak, 10 tahun lagi akan seperti apa?

Contohnya: 50% atau lebih dari bidang pekerjaan yang akan mereka kerjakan sekarang belum ada. Atau baru akan dimulai..

Dan kebanyakan dari bidang pekerjaan yang kita miliki sekarang, kemungkinan besar sudah tidak ada lagi di masa anak-anak kita memasuki usia produktif.

Tapi masalahnya, sistem pendidikan sekolah kita masih tetap sama seperti generasi kita.
Ada sih, sekolah yang sudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tapi cuma sedikit….dan mahalnya ampun-ampunan deh….☹️☹️☹️

Menurut saya sih, sistem pelajaran sekolah kita tidak cukup mempersiapkan bekal bagi anak-anak kita untuk menghadapi masa depan.

Misalnya: anak-anak kita belajar geografi, sejarah, matematika, biologi dll. Semuanya bisa dipelajari secara online. Malah mereka bisa belajar lebih lengkap dan mendetail.

Sebenarnya agak percuma hafal gitu-gituan…

 

Belajar-online-Indonesia

 

Tinggal ngomong, “Ok google atau Hey Siri, tolong cari tentang bla bla bla”.
Lalu informasi mengenai hal itu muncul…

Secara pribadi, saya berkesimpulan bahwa memiliki atau hafal pengetahuan di dalam otak kurang pentinglah…Semua pengetahuan yang faktual ada di Internet.

Oleh karenanya saya akan membahas topik lain yang sangat penting untuk dikuasai anak-anak kita yang tidak diajari di sekolah.

Rasanya kita sebagai orang tua, sebaiknya mempunyai kontribusi dalam mengajari anak-anak kita beberapa hal penting untuk menghadapi dunia.

Hal-hal apa saja yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita?
Silahkan simak ya, moms….

BERHUBUNGAN-MANUSIA-EMPATI

Belajar empati akan menjadikan mereka peduli perasaan orang lain.

 

BERHUBUNGAN SESAMA MANUSIA & EMPATI

Gak perlu jadi seorang ilmuwan atau profesor untuk mengerti bahwa cara kita berinteraksi dengan orang menentukan sukses atau gagal di dalam menjalani kehidupan.

Sebab tidak ada pelajarannya mengenai hal ini di sekolah, maka sebagian besar dari kita harus jatuh bangun dulu sampai bisa menguasai skill tersebut.

Tapi pelajaran yang berat itu, justru sering bermanfaat besar bagi anak-anak kita.

Jadi, mari kita ajari buah hati kita beberapa aspek penting di dalam kehidupan.

 

belajar-empati-indonesia

Human skills tak cukup diajar di sekolah…

 

EMPATI

Saya yakin semua orang sudah mengerti arti kata empati. Jadi saya hanya akan memberikan contoh bagaimana menerapkan empati.

Sekarang virus corona sedang melanda negara kita. Kita memborong semua masker, hand sanitizer bahkan baju “astronot”. Apakah betul kita perlu sebanyak itu?

Lalu bagaimana nasib orang-orang benar-benar membutuhkannya? Seperti orang yang sedang sakit, atau yang masih perlu bekerja diluar rumah? Atau perawat, dokter… Semua tidak bisa membeli barang-barang tersebut karena sudah habis diborong.

Disini kita bisa mengajari anak kita untuk bisa memperhatikan perasaan & kebutuhan orang lain.

Jangan hanya mementingkan keinginan kita.
Intinya: Bagaimana perasaan kita apabila berada di posisi mereka.

Sangat pentinglah bahwa anak-anak dapat mengembangkan kemampuan untuk melihat keadaan dari perspektif orang lain.

BERKOMUNIKASI

Berkomunikasi membutuhkan suatu keahlian khusus bukan hanya sekedar berbicara.

Komunikasi yang BENAR jauh lebih dari sekadar BICARA!

Berbicara adalah mengucapkan kata-kata dengan tujuan menyampaikan pesan, untuk mengesankan seseorang, untuk menyampaikan maksud dan untuk menghabiskan waktu.

Sedangkan berkomunikasi adalah pengiriman pesan yang berhasil.

Menurut saya komunikasi yang berhasil merupakan proses akhir untuk membagikan pikiran dan perasaan. Dan juga mempelajari dan mencapai pengertian dan kesepakatan.

Ajari generasi berikut kita untuk mengkomunikasikan apapun yang ada di pikirannya.

Sebagai orang tua, kita pun harus berbesar hati dan berpikiran terbuka. Itu bagian dari komunikasi yang baik.
Ingat, mereka itu bercermin pada orang tuanya. Mereka akan menyerap bagaimana cara kita merespon dan itu akan membentuk karakter mereka di masa depan.

MENDENGARKAN

Mendengarkan bukan dalam konteks “masuk ke kuping kanan-keluar dari kuping kiri”.
Mendengarkan berarti “memperhatikan suara; mendengar sesuatu dengan perhatian penuh untuk dipertimbangkan.”

Contoh sederhana: mendengarkan musik. Jika kamu benar-benar mendengarkan musik, kamu akan mencari arti sebenarnya dari lirik yang dinyanyikan. Dari situ kita akan memahami apa maksud dari lirik tersebut, apa yang ingin mereka sampaikan.

Rasanya kebanyakan anak-anak masa kini cuma bisa ngotot aja.
Ajar mereka untuk mengulang apa yang lawan bicara baru katakan sebagai bukti mereka mendengar dan memahaminya.

 

BELAJAR-DI-RUMAH

 

BERDEBAT dan BERDISKUSI

Daripada berdebat, lebih baik mengajarkan anak-anak berdiskusi. Berdebat hanya mencari siapa yang menang atau siapa yang kalah.

Memang sih dalam hal-hal tertentu kita harus bisa berdebat, misalnya dalam Lomba Debat atau kalau terjun di bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian itu, seperti pengacara, ahli hukum dll.

Dalam berdiskusi kita mengemukakan pendapat masing-masing, mencari apa permasalahannya dan bertujuan akhir mendapatkan solusi dari permasalahan. Dalam berdiskusi, kita juga dilatih untuk menurunkan kadar ego dan mengontrol emosi kita.

Maka pastikan anak-anak mengerti akan hal-hal seperti ini.

NEGOSIASI

Definisi negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi. Lalu bagaimana cara menerapkannya di dalam berbagai situasi?

Setiap orang memiliki kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Tapi jika setiap orang hanya memikirkan dirinya masing-masing, maka tentu akan terjadi konflik.
Disinilah dibutuhkan negosiasi.

Contoh: dimasa homeschooling seperti sekarang, otomatis waktu anak berada di rumah lebih panjang. Sudah pasti mereka ingin menghabiskan waktunya untuk menonton YouTube, atau bermain game atau sosmed.

Ajak anak-anak bernegosiasi, bahwa mereka boleh melakukan apapun yang mereka inginkan, asalkan mereka sudah membereskan kamarnya sendiri, sudah mencuci bajunya sendiri atau sudah memberi makan kucing…😁

Contoh lain, biasanya anak-anak sering minta dimasakin makanan favorit mereka. Padahal pekerjaan kita sebagai moms udah menumpuk banyak. Katakan kepada mereka, kalau mereka setuju untuk mencuci peralatan bekas memasak, maka kita akan membuatkan makanan favorit mereka.

Inti dari negosiasi adalah memberi dan menerima.

 

Homeschooling-Indonesia

Belajar urusan rumah tangga sebagai aspek homeschooling.

 

URUSAN RUMAH TANGGA & RASA PUNYA TANGGUNG JAWAB

Contoh paling mudah, pembagian tugas yang harus dikerjakan di rumah.

Kebanyakan dari kita hidupnya dimudahkan dengan adanya asisten rumah tangga/pembantu. Anak-anak kita tidak pernah dibiasakan mengerjakan segala sesuatu sendiri. Karena mulai dari membereskan kamar, sarapan, baju, beres-beres rumah, mencuci, semua sudah dikerjakan oleh pembantu.

Saya yakin dalam keadaan wabah virus seperti sekarang, banyak dari para moms yang kehilangan pembantunya karena pulang kampung. So pasti hectic banget di rumah kan?

Ajak anak-anak ikut membantu di rumah. Bagikan tugas dan beri mereka tanggung jawab.

Percaya deh, tanggung jawab yang mereka dapat di rumah akan sangat bermanfaat untuk masa depan mereka dalam menjalani kehidupan nanti.

 

BELAJAR dunia-online

Taukah mereka bedanya hal baik dan hal buruk di dunia online?

 

DUNIA ONLINE… Kesempatan dan Bahayanya

Kebanyakan orang dari generasi kita tau akan berbagai aspek bahaya yang terdapat di Sosmed.

Riset membuktikan bahwa Sosmed seperti FB / IG / dll mempunyai unsur ketagihan…

Setiap kali kita dapat LIKE atau validasi sosial yang lain maka otak kita melepaskan hormon seperti dopamine, serotonin dan endorfin

Hormon-hormon tersebut sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan kita. Tapi masalahnya, kebahagiaan yang didapatkan melalui hal tersebut hanya sementara.

Kehidupan yang sebenarnya tidaklah seindah dan semudah yang terlihat di sosial media. Sebaiknya anak-anak kita harus diberi pengertian bahwa yang terlihat di sosmed, itu adalah idealisasi dan bukan kenyataan.

Penggunaan gadget dalam dunia online juga sebaiknya hati-hati. Apalagi kalau itu hanya untuk validasi sosial.

Seperti kita tau, banyak kejahatan yang menimpa anak-anak remaja awalnya berasal dari dunia online. Seperti kasus bullying, atau bertemu dengan pedhophille atau scammer.

Tapi bukan berarti bahwa dunia online itu selalu buruk.
Ada banyak juga hal-hal baik apabila bisa menguasai ilmu dunia online.Sehingga mereka perlu jadi kritis dan bisa pertanyakan apa yang terdapat di dunia belakang layar.

Dimasa sekarang ini sangat berbeda dengan masa kecil/remaja kita. Sekarang segalanya serba online. Jual beli, ilmu pengetahuan, bisnis, dan hiburan.

Semuanya bisa didapatkan hanya dengan menyentuh layar di handphone. Istilah “the world is in your hand” itu tepat.

Apapun yang kita lakukan, bisnis, karya, prestasi, semua bisa diketahui seluruh dunia melalui gadget.

Masalahnya, kebanyakan anak-anak sekarang hanya menggunakan handphone atau gadget hanya untuk hiburan semata. Padahal kita bisa menggunakan gadget untuk memajukan potensi yang ada di dalam diri kita.

Apakah para moms merasa cukup menunjukkan mereka sisi bermanfaat dari dunia online… ?

Jadi sebaiknya, anak-anak diberi pengetahuan untuk menggunakan gadget dengan cara yang seimbang. Hiburan ok lah, tapi sebaiknya lebih banyak porsi untuk pengetahuan dan pengembangan diri.

 

Belajar-Selfimprovement-Indonesia

Membangkitkan potensial mereka

 

WELLBEING & SELF IMPROVEMENT

Moms perhatiin gak sekarang ini banyak banget orang yang berprofesi sebagai Life Coaches, Life Consultant dan Motivator? Dan banyak orang yang rela membayar jasa mereka, agar bisa menjadi versi yang lebih baik dari yang sekarang.

Kenapa begitu?

Karena, di sekolah tidak pernah diajarkan mengenai cara mengembangkan potensi terbaik dari diri kita.

Jujur saya merasa, sistem sekolah di negara kita terlalu baku dan kaku. Hanya mementingkan nilai akademik. Berapa persen diantara kalian yang benar-benar menggunakan teori yang diajarkan semasa sekolah dalam kehidupan nyata?

KIta tau bahwa dunia terus berkembang. Sedangkan ilmu yang dipelajari di sekolah tetap sama. Memang sih, teori dasar itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah Life Skill.

Harus diingat juga, bahwa potensi setiap anak berbeda-beda. Jangan karena nilainya di beberapa mata pelajaran hancur, lalu kita mencap bahwa anak tersebut tidak mampu atau bodoh.

Justru kita sebagai orang tua, harus bisa melihat dan membantu anak untuk menggali potensi yang mereka miliki. Support dan semangat dari kita, akan menumbuhkan kepercayaan diri mereka.

Bantu anak-anak kita untuk bisa menjadi pribadi yang utuh dan kuat.

 

Belajar di rumah NUTRISI

Taukah anak-anak kita soal makanan yang sehat ?

 

KESEHATAN

Bukan ilmu kedokteran yang kumaksudkan…

Tapi langkah-langkah apa yg kita ambil guna menjaga kesehatan kita.

Contohnya: Nutrisi.
Orang pintar pada masa kini pada tau bahwa makanan apa yg kita makan adalah faktor utama yang mempengaruhi kesehatan kita.

“You are what you eat”.

Namun mana ada pelajaran nutrisi di sekolah…
Mungkin ada pelajaran tentang nutrisi, tapi kecil sekali porsinya di mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olah Raga. Tapi jelas gak cukup…

Nutrisi sangat besar pengaruhnya terhadap hormon-hormon dan keseimbangan mental kita.

Banyak moms gak terlalu peduli dengan apa yang dimakan anak….pokoknya si anak udah makan, titik. Junk food, produk olahan, produk yang banyak mengandung gula…OMG! 😱😱😱

Moms, daripada menyesal nantinya, mending dari sekarang mengajarkan anak-anak tentang pentingnya arti nutrisi.

Mumpung lagi “Work From Home”, kita bisa meluangkan waktu bersama anak-anak untuk sama-sama mempelajari hal itu. Tanamkan kesadaran di dalam diri mereka.

Dan dari urusan homeschooling gak jauh ke home-cooking atau home gardening… Tapi ini mungkin patut untuk artikel tersendiri.

 

Belajar- KREATIFITAS

Belajar kreatifitas dari dini

 

KREATIFITAS

Nah ini agak tricky namun tak kalah penting. Kenapa?

Karena di masa depan mesin-mesin dan artificial intelligence akan semakin berperan…
Namun para ilmuwan sepakat bahwa dalam soal kreativitas, manusia masih jauh lebih handal.

Oleh karenanya alangkah baiknya kita mengajarkan mereka untuk menjadi kreatif.

Bukan kreatif seperti yang diajarkan di sekolah tentang cara menggambar, melukis atau menulis.
Tapi berfikir secara kreatif. Thinking outside the box…

Begini: Saya teringat akan salah satu dosen seni rupa saya yang sangat kreatif. Beliau marah apabila kami menggambar gunung dengan warna hijau, langit dengan warna biru. Suatu hal yang selalu menjadi pakem di sekolah sejak kita TK.

Yang membuat Beliau marah, karena ia ingin mengajarkan kami untuk berpikir “outside the box”, untuk tidak berpikir mainstream

Disaat kita hanya mengikuti haluan, kita akan sama seperti orang-orang lain.

Bayangkan betapa sulitnya persaingan di dunia kerja karena banyak yang cara berpikir dan bekerjanya sama. Inti yang ingin saya sampaikan adalah, bagaimana caranya supaya bisa menjadi unggul dan menonjol.

Tidak apa-apa jika anak kita mempunyai ide yang dianggap “gila” oleh orang lain, justru kita harus menyemangatinya.
Ingat bahwa Steve Jobs juga dianggap gila ketika dia pertama kali mengusulkan untuk menciptakan handphone layar sentuh yang hanya memiliki satu tombol…

 

Belajar-dari-Kesalahan

Membuat kesalahan bukan hal yang buruk…

 

‘MERAYAKAN’ KESALAHAN

Hal yang paling dihindari saat bersekolah adalah “membuat kesalahan”.

Membuat pe-er salah, mengerjakan ulangan salah, memiliki nilai rapot yang buruk, biasanya berdampak di cap sebagai anak bodoh.

Akibatnya si anak merasa dipermalukan. Dan itu menyebabkan anak tidak berani untuk mengambil langkah atau tindakan apapun, menutup diri dan menghindar, karena takut membuat kesalahan.

Ini adalah sesuatu hal yang keliru. Kesuksesan dibangun dari kegagalan. Kita belajar dari kesalahan.

Orang-orang yang sukses di dunia ini, sebelum mencapai kesuksesan mereka telah mengalami kegagalan beberapa kali.

Anak-anak kita perlu tau akan kenyataan ini.
Disaat kita terlalu takut untuk mencoba, maka kita tidak akan pernah tau apakah kita akan berhasil atau tidak.

Memang ada kalanya kita sebagai orang tua terlalu protektif terhadap anak-anak kita. Kita tidak mau melihat mereka gagal dan sedih. Tapi sampai kapan kita dapat melindungi mereka?

Ada saatnya dimana kita harus melepaskan mereka untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya. Sehingga sebaiknya buah hati kita menjadi pohon yang kokoh dalam kehidupan…

Biarkan anak-anak kita membuat kesalahan.

Tugas kita sebagai orang tua adalah untuk mendukung mereka, dan memberi masukan agar mereka tidak terjerumus dalam hal-hal yang bisa berakibat buruk.

Seorang psikolog anak pernah berkata,”Biarkan anak-anak mengeksplor. Kalau dia mau panjat teralis, cukup katakan ‘hati-hati, kalau jatuh nanti sakit’. Tapi jangan melarang mereka”.

Saya rasa yang beliau katakan itu betul. Biarkan mereka berbuat kesalahan dan belajar dari kegagalan mereka.

So Moms, saya harap artikel ini memberi ide mengenai apa saja yang bisa kita lakukan bersama anak-anak selama masa karantina wabah virus corona.

Apakah ada yang sudah melakukan sebagian dari hal-hal tersebut? Kalau ada yang mempunyai ide-ide lainnya, silahkan tulis di kolom komentar.

Atau hubungi saya supaya saya bisa membantu anda merumuskan suatu homeschooling kurikulum bagi anak anda. Silahkan click tombol berikut ini:

KONSULTASI dengan Chiaki AsaariSilakan hubungi saya

 

 

Silahkan bergabung sama saya di:

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Shares
Share This